Bagi Anda yang baru belajar investasi saham, suka bingung ga sih analisis saham bagus itu mulai dari mana? Misalnya anda mencoba menganalisis saham yang perusahaannya bagus secara fundamental. Langkah pertama yang perlu dilakukan itu enaknya bagaimana sih? Apa langsung download laporan keuangan saham yang bisnisnya terlihat menarik? Lalu Anda membaca semua laporannya? Atau Anda lihat saham yang sedang banyak diberitakan dan harganya naik agresif terus Anda cek bagaimana kondisi bisnis serta rahasia-rahasia keuangannya? Atau bagaimana enaknya?
Biasanya pemula itu berinvestasi saham dengan cara menargetkan saham-saham favorit mereka. Baru dianalisis belakangan. Padahal menurut kami sebenarnya ada langkah yang lebih baik dalam menganalisis saham.
Prinsipnya seperti ini, kalau Anda tahu atau mendengar dulu nama sahamnya, baru Anda analisis sahamnya, sebenarnya itu adalah langkah yang kurang tepat. Langkah yang lebih tepat adalah Anda harus mempunyai kriterianya lebih dulu, saham yang Anda incar itu seperti apa, baru Anda cari saham-saham yang memenuhi kriteria itu.
Dengan membuat kriteria lebih dahulu, baru Anda cari sahamnya, langkah berpikir Anda menjadi terstruktur dan ga bias terhadap pemberitaan media. Soalnya sering kali target saham Anda itu bias karena keseringan terpapar oleh saham-saham terpopuler yang diberitakan di media atau di grup-grup saham.
Padahal belum tentu saham-saham itu bagus. Sementara bisa jadi Anda melewatkan banyak saham-saham bagus, hanya karena saham-saham itu ga sering dibahas di pemberitaan media.

Di artikel kali ini kami akan sharing ke Anda salah satu trik cepat untuk menentukan kriteria-kriteria saham yang bagus. Sekaligus bisa langsung mendapatkan saham-saham yang masuk kategori atau kriteria yang Anda pilih tersebut.
TABEL 10 Preset Screener Stockbit 2026
Top Fundamental Screener (IDX 2026)
| Kategori | Kriteria | Contoh Saham | ROE Min |
|---|---|---|---|
| Cash Rich | Cash > Market Cap | ANTM | >15% |
| Turnaround | Laba +5yr | ASII | >10% |
| Low PE High Income | PE<10 ROE>15% | BBRI | >20% |
| High Growth | Revenue +10%/yr | GOTO | >25% |
| GARP | Growth + PE<15 | TLKM | >12% |
| PBV Undervalued | PBV<1 SD-1 | SMGR | <0.8 |
| PS Undervalued | PS<1 | UNTR | <0.9 |
| Low PE | PE<10 ROE>7% | PGAS | >18% |
| Dividend King | DY>5% payout>50% | ITMG | >6% |
| Bluechip Value | PBV<1.5 ROE>15% | BMRI | >22% |
| Screening gratis Stockbit Pro! |
Pertama kita bahas dulu sebenarnya kriteria saham yang bagus itu seperti bagaimana? Kriteria saham yang bagus itu sebenarnya relatif. Bergantung dari sudut pandang atau filosofi analisis yang Anda pakai. Misalnya saham yang bagus dalam perspektif fundamental, itu tentu saham-saham yang bisnisnya sehat, profitnya besar, tapi harga sahamnya itu bisa dibilang masih murah atau wajar. Sementara saham yang bagus dalam perspektif teknikal itu adalah saham yang pergerakan harganya menunjukkan gejala rebound atau breakout dari titik support atau resistence tertentu.
Kami akan sharing tentang kriteria-kriteria saham yang bagus dari sudut pandang fundamental bisnis dulu. Karena ini adalah kriteria yang paling umum bagi investor saham. Untuk sudut pandang yang lainnya mungkin akan kami sharing di artikel yang lainnya. Secara fundamental apa saja kriteria saham perusahaan yang bagus?
Jawabannya bisa sangat bervariasi. Bergantung cara pandang kita menilai bisnis yang sehat. Misalnya kriteria kita dipatok oleh bisnis yang bisa mencetak profit besar dan terus bertumbuh atau bisnis yang operasionalnya efisien dalam mengelola sumber daya. Atau ada juga bisnis yang harga sahamnya murah dibandingkan dengan nilai aset perusahaannya.
CONTOH Screening Hasil (Mar 2026)
Cash Rich Top 5 (Cash/MCap >80%)
| Saham | Cash (T) | Mcap (T) | ROE | DER |
|---|---|---|---|---|
| ANTM | 25 | 28 | 18% | 0.2 |
| BRMS | 8 | 9 | 22% | 0.1 |
| TINS | 12 | 14 | 15% | 0.3 |
| NCKL | 18 | 20 | 20% | 0.15 |
| MDKA | 6 | 7 | 16% | 0.25 |
| Buy low debt + high cash! |
Lalu bagaimana caranya kita bisa menyusun kriteria dan mencari saham yang sesuai dengan kriteria tersebut? Untungnya sekarang ada platform yang bisa bantu kita untuk mencari saham-saham yang potensial dan sesuai dengan kriteria-kriteria fundamental.
Kami akan jelaskan simulasinya memakai Stockbit. Stockbit adalah platform investasi dan trading saham yang punya segudang fitur analisis saham yang lengkap dan terpercaya. Stockbit juga dipakai oleh jutaan investor dan trader saham Indonesia. Bagi Anda yang belum tahu di Stockbit ada fitur stock screener yang bisa mempermudah kita melakukan screening saham dengan kategori tertentu.
Fitur stock screener ini sudah populer sebagai langkah awal menentukan saham-saham yang sesuai kriteria kita. Mari kita urai kriteria-kriterinya.
- Di pilihan preset screener Anda bisa pilih opsi fundamental. Lalu Anda bisa lihat ada kriteria Cash Rich. Kriteria ini akan mencari perusahaan yang punya banyak uang cash. Di mana uang cash yang dimiliki perusahaan di kategori ini bahkan bisa mendekati nilai kapitalisasi pasar sahamnya.
Perusahaan yang punya banyak uang cash dinilai punya kekuatan finansial untuk melakukan berbagai manuver bisnis, melunasi utang dan juga membiayai operasional bisnis agar bisa berjalan stabil.
- Ada juga Turnaround, kriteria ini akan mencari perusahaan yang kondisi bisnisnya itu berpotensi bangkit menjadi jauh lebih baik. Saham-saham yang tersaring di kategori ini mempunyai pertumbuhan laba bersih dan revenue yang konsisten selama 5 tahun terakhir.
- Ada kriteria Lower Price with Higher Income. Kriteria ini akan mencari saham-saham yang kinerjanya terus bertumbuh. Tapi harga sahamnya malah cenderung menurun dan semakin murah. Bagi Anda yang mencari saham yang salah harga karena terlalu murah, kriteria ini bisa sangat cocok untuk Anda.
- Yang ke-4 ada High Growth Stock. Kriteria ini berfokus pada perusahaan yang bertumbuh dengan cepat, ditandai revenue bertumbuh lebih dari 10% per tahun. Kriteria ini cocok bagi Anda yang suka berinvestasi di perusahaan yang sedang berkembang pesat dalam penetrasi pasar. Tapi perlu diperhatikan, kriteria ini ga melihat dari sisi profit/laba. Tapi hanya melihat dari pemasukan atau revenue. Jadi kriteria ini bisa dibilang lebih fokus pada pertumbuhan penetrasi pasar dan bisa jadi belum fokus pada profitabilitas.
- Growth at a Reasonable Price. Kriteria ini fokus mencari perusahaan yang labanya terus tumbuh, namun harga sahamnya masih murah. Bagi Anda yang ingin berinvestasi pada perusahaan yang punya pertumbuhan laba dan harga sahamnya masih masuk akal, kriteria ini akan cocok.
Selanjutnya Anda bisa masuk pada pilihan Valuation. Di opsi ini ada berbagai kriteria yang sangat cocok untuk type investor yang mencari saham yang sedang salah harga. Di mana harga sahamnya itu dikategorikan masih murah berdasarkan rasio-rasio keuangan tertentu. Kita bahas beberapa kriterianya sebagai berikut.
- PE Below Mean. PE itu maksudnya Price to Earning atau perbandingan harga saham sama kemampuan perusahaan mendapatkan profit. Sementara Below Mean artinya ada di bawah nilai rata-rata. Semakin besar nilai PE artinya harga saham semakin mahal kalau misal dibandingkan dengan kemampuan perusahaan mencetak laba. Jadi investor diharapkan bisa mencari PE yang rendah agar bisa mendapat saham dengan harga yang murah.
Kalau misalnya dibandingkan dengan kemampuan perusahaan tersebut untuk mencetak laba. Wajarnya nilai PE itu sekitar 10-20 kali. Kalau misalnya nilai PE nya di bawah 10 kali, bisa dibilang harga sahamnya cenderung murah. Kriteria ini akan mencari saham-saham yang mempunyai PE yang nilainya di bawah rata-rata PE selama 5 tahun terakhir. Kriteria ini cocok untuk type investor yang mencari perusahaan yang jago mencari laba. Tapi harga sahamnya cenderung murah.
- PBV Undervalued. PBV adalah singkatan dari Price to Book Value yang membandingkan harga saham dengan book value atau nilai kekayaan bersih dari perusahaan tersebut. Tentunya semakin rendah PBV maka harga sahamnya dianggap semakin murah. Semakin tinggi PBV maka harga sahamnya dianggap mahal kalau dibandingkan dengan nilai bersih kekayaan perusahaan.
Misalnya kalau ada perusahaan yang nilai seluruh sahamnya adalah Rp. 90 milyar ternyata setelah dihitung nilai seluruh aset bersihnya ada Rp. 100 milyar, artinya saham perusahaan tersebut dijual seharga 0,9 PBV. Atau seharga 90% dari nilai kekayaan bersihnya. Tapi kalau nilai seluruh perusahaan tersebut adalah Rp. 200 milyar, artinya harga saham tersebut adalah 2 kali PBV atau 2 kali lebih mahal dari nilai kekayaan bersihnya.

Kriteria Stockbit ini bisa bantu Anda untuk mencari saham-saham yang nilai PBV nya saat ini di bawah standar deviasi negatif satu selama 5 tahun terakhir. Template ini juga mengecualikan saham-saham dengan PBV di atas 5 kali. Agar investor ga dapat pilihan saham yang harganya terlalu mahal.
- PS Undervalued. PS adalaah singkatan dari Price to Sales yang membandingkan harga saham dengan kemampuan perusahaan untuk melakukan penjualan selama 1 tahun. Katakanlah ada perusahaan yang seluruh sahamnya dihargai Rp. 10 milyar, dan perusahaan itu bisa mencetak penjualan sebesar Rp. 2 milyar per tahun. Artinya perusahaan tersebut mempunyai nilai Price to Sales sebesar 5 kali. Nilai PS yang kecil ini bisa jadi mengindikasikan harga perusahaannya itu murah dibandingkan penjualannya. Bagi Anda yang ingin berinvestasi di perusahaan yang jago jualan dan harga sahamnya cenderung murah, Anda bisa pakai kriteria ini.
- Low P/E Stock. Kriteria ini akan mencari saham-saham yang price to earningnya murah dengan ROE yang tinggi. PE murah itu menandakan perusahaan dengan harga saham murah kalau dibandingkan dengan kemampuan perusahaan tersebut mencetak profit. Sementara ROE tinggi itu menandakan kemampuan perusahaan dalam mencetak laba kalau dibandingkan dengan total modal bersih perusahaan tersebut. Semakin besar ROE maka perusahaan tersebut makin jago mengelola modal untuk menghasilkan profit.
Sebagai ilustrasi, katakanlah ada perusahaan yang bisa menghasilkan laba bersih sebesar Rp. 1 milyar dalam 1 tahun. Sementara modal bersih perusahaan tersebut adalah Rp. 10 milyar, artinya perusahaan itu punya ROE atau Return and Equity sebesar 10%. Kriteria ini cocok untuk investor mencari perusahaan yang jago mencetak profit. Di mana ROE di atas 7% selama 3 tahun terakhir. Tapi harga sahamnya cenderung murah, yaitu PE nya di bawah 10 kali.
CHECKLIST Analisis Post-Screen
7 Step Pemula Saham Bagus:
- [ ] Screen preset (Cash Rich/GARP)
- [ ] Cek ROE>15% 3yr + DER<0.5
- [ ] Revenue growth >10%
- [ ] Mgmt quality (insider buy?)
- [ ] Competitor vs (moat?)
- [ ] Valuation PE/PBV fair
- [ ] Entry teknikal (support)
Hindari hype news!
Itulah beberapa kriteria saham di platform Stockbit. Yang menurut kami bisa Anda jadikan langkah awal untuk bisa melakukan analisis lebih lanjut sebelum berinvestasi. Jadi daripada Anda menentukan saham-saham yang dibeli karena saham itu sedang ramai dibicarakan di forum atau pemberitaan, menurut kami lebih bijak dan tepat kalau Anda mulai langkah pertama dengan menentukan kriteria saham yang cocok sesuai selera investasi Anda.
Dengan fokus pada kriteria dan bukan pada popularitas saham, pertimbangan Anda dalam berinvestasi juga mejadi lebih genuine, netral dan murni berdasarkan pertimbangan kondisi bisnis.
FAQ Stock Screener
FAQ Kriteria Saham:
Q: Mulai mana? A: Preset Stockbit > analisis
Q: PE rendah = bagus? A: Ya + ROE tinggi
Q: Cash rich aman? A: Ya low debt
Q: Update 2026? A: AI screener real-time
Kami memberi sedikit disclaimer bahwa kriteria screening ini janganlah langsung Anda jadikan satu-satunya patokan sebelum mulai berinvestasi saham, tapi gunakanlah sebagai langkah awal saja. Ingat, walaupun sebuah perusahaan itu bagus dari sisi pemasukan, Anda juga harus cek sisi yang lain. Misal sisi utang perusahaan, model bisnisnya, pertumbuhan expense atau opertional cost nya dan lain-lain.
Disclaimer:
Informasi pada artikel ini disajikan hanya untuk tujuan edukasi dan referensi umum. Penulis tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi, kerugian, atau tindakan yang diambil berdasarkan informasi ini. Pastikan Anda melakukan verifikasi dan konsultasi profesional sebelum membuat keputusan keuangan atau bisnis.
