Mengenal Obligasi Pemerintah (SBN): Jenis, Imbal Hasil, dan Cara Investasinya

Pada saat kondisi ekonomi dunia melambat dan penuh ketidakpastian, obligasi menjadi salah satu instrumen investasi yang diincar oleh banyak investor. Apa itu obligasi? Apa jenis-jenis obligasi itu? Lalu bagaimana cara membelinya?

Di artikel kali ini kami akan bahas tentang obligasi. Singkatnya, obligasi adalah surat utang. Misalnya pemerintah sedang menawarkan obligasi, artinya itu pemerintah ingin berhutang pada masyarakat. Lho kok pemerintah berhutang pada masyarakat sih? Begini, ada kalanya pendapatan negara dari pajak, non-pajak, hibah, tidak cukup untuk membiayai belanja negara.

Saat hal itu terjadi negara bisa menghimpun kekurangan dana tersebut dari masyarakat dengan cara menawarkan surat utang atau obligasi. Masyarakat yang kami maksud di sini itu bukan hanya perseorangan seperti kita saja, melainkan juga termasuk institusi. Jadi yang bisa beli obligasi yang dikeluarkan pemerintah adalah kita semua sebagai masyarakat perseorangan hingga perusahaan-perusahaan. Seperti perusahaan aset manajemen atau perusahaan asuransi.

Umumnya pemerintah menawarkan obligasi beberapa kali dalam satu tahun. Ketika kita membeli obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah, kita akan diberikan kepastian kapan jatuh temponya. Mudahnya, kapan sih pemerintah akan membayar utangnya? Dan berapa imbal hasil atau return per tahun yang kita dapat dari obligasi tersebut?

Masa jatuh temponya itu beda-beda. Mulai dari beberapa tahun hingga puluhan tahun. Imbal hasil yang ditawarkan juga beda-beda tergantung masa jatuh tempo dan suku bunga Bank Indonesia saat obligasi tersebut ditawarkan. Umumnya return yang bisa kita dapat dari obligasi itu sekitar 5 hingga 8% per tahun.

Misalnya bulan Januari 2020 lalu pemerintah mengeluarkan obligasi untuk kebutuhan belanja APBN 2020. Saat beli obligasi tersebut kita sudah mendapatkan kepastian kalau jatuh temponya itu tanggal 10 Februari 2022 dan imbal hasilnya itu 6,3% per tahun.

Yang bisa menerbitkan obligasi itu tidak hanya pemerintah saja, perusahaan itu juga bisa menerbitkan obligasi. Artinya pemerintah dan perusahaan itu sama-sama bisa berhutang pada masyarakat. Misalnya ada perusahaan yang sedang butuh uang sekian trilyun untuk ekspansi bisnisnya. Salah satu opsi pendanaan yang bisa dilakukan oleh perusahaan tersebut itu adalah salah satunya dengan mengeluarkan obligasi.

Tapi di artikel ini kami kali ini akan bahas spesifik membahas tentang obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah. Yang sering juga disebut sebagai surat berharga negara atau SBN. Obligasi perusahaan mungkin akan kami bahas di artikel yang lain. Sekarang kita akan bahas apa saja jenis SBN atau obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah?

Ada 4 jenis SBN yang biasanya diterbitkan oleh pemerintah;

  1. Saving Bond Ritel (SBR)
  2. Obligasi Ritel Indonesia (ORI)
  3. Sukuk Tabungan (ST)
  4. Sukuk Negara Ritel (Sukri)

TABEL 4 Jenis SBN Ritel

Jenis SBN: Fixed/Floating + Syariah/Konvensional

JenisSyariah?RateBisa Dijual?Contoh Seri 2026
ORITidakFixedYa (sekunder)ORI029 (Jan-Feb)
SBRTidakFloatingEarly redeem 50%SBR015 (Sep-Okt)
STYaFloatingEarly redeem 50%ST016 (Mei-Jun)
SR/SukriYaFixedYa (sekunder)SR024 (Mar-Apr)
Dijamin negara 100% pokok + kupon!

Apa saja sih bedanya? Kami akan jelaskan berdasarkan kategorisasinya.

Kategori pertama itu berdasarkan jenis SBN. SBN ini sendiri ada dua jenis. Ada yang konvensional dan ada juga yang syariah. SBR dan ORI itu ada di kategori konvensional, sementara ST dan Sukri itu ada di kategori syariah. Singkatnya, ST dan Sukri itu dikelola sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Kategori kedua adalah bisa diperjualbelikan kepada sesama investor lain atau tidak. SBR dan ST tidak bisa diperjualbelikan, sementara ORI dan Sukri itu bisa diperjualbelikan. Maksudnya bagaimana? Kalau Anda membeli SBR dan ST artinya Anda harus pegang SBR dan ST tersebut hingga masa jatuh tempo. Tapi tenang, biasanya SBR dan ST itu ada masa Early Redemptionnya. Di mana Anda bisa menjual kepemilikan SBR atau ST Anda maksimal 50% dari total kepemilikan Anda sebelum masa jatuh tempo.

Sementara ORI dan Sukri itu bisa dipindahtangankan pada investor lain melalui pasar sekunder. Jadi kalau seandainya tiba-tiba Anda membutuhkan uang dan ingin menjual ORI atau Sukri milik Anda, bisa Anda jual. Caranya Anda bisa menghubungi agen penjual tempat Anda membeli ORI atau Sukri tersebut.

Kategori ketiga adalah imbal hasil. Imbal hasil SBN itu ada Fixed Rate dan ada juga Floating Rate. Fixed Rate itu artinya persentase imbal hasilnya itu tetap. Dari awal Anda ditawari hingga masa jatuh tempo. Kalau dari awal imbal hasilnya 8% per tahun, akan terus sebesar itu hingga masa jatuh tempo. Sementara Floating Rate itu maksudnya imbal hasilnya bisa berfluktuasi menyesuaikan dengan suku bunga. Jadi kalau suku bunganya naik, persentase imbal hasilnya itu akan naik juga.

JADWAL SBN RITEL 2026

Jadwal Penawaran SBN 2026 (Tentatif Kemenkeu)

SeriJenisPeriode Penawaran
ORI029ORI26 Jan – 19 Feb
SR024SR6 Mar – 15 Apr
ST016ST8 Mei – 3 Jun
ORI030ORI6 Jul – 30 Jul
SR025SR21 Aug – 16 Sep
SBR015SBR28 Sep – 22 Okt
ST017ST6 Nov – 2 Des
Min pembelian Rp1jt – Cek djppr.kemenkeu.go.id

Lalu kalau suku bunganya turun banyak bagaimana? Apa yang imbal hasilnya akan turun banyak juga? Tenang saja, obligasi dengan Floating Rate itu sudah ada batas bawah imbal hasilnya. Jadi mau suku bunganya sebanyak apa pun, imbal hasil terendah yang akan Anda dapat adalah batas bawah imbal hasil tersebut.

SBR dan ST menggunakan Floating Rate, sementara Ori dan Sukri itu menggunakan Fixed Rate. Jadi kalau Anda beli SBR dan ST, Anda bisa mendapatkan keuntungan tambahan ketika suku bunga Bank Indonesia itu naik. Karena rate imbal hasilnya berpotensi untuk naik juga. Sementara kalau Anda beli ORI dan Sukri, Anda bisa mendapatkan keuntungan tambahan itu kalau suku bunga Bank Indonesia turun. Soalnya harga SBN itu cenderung naik di pasar sekunder ketika suku bunga turun. Jadi Anda bisa mendapatkan keuntungan tambahan tersebut kalau Anda menjual ORI dan Sukri milik Anda di pasar sekunder saat harganya sedang naik.

Sekarang mungkin Anda bertanya-tanya di mana kita bisa membeli obligasi atau SBN? Anda bisa beli SBN melalui 2 cara.

Yang pertama, beli saat penawaran. Anda bisa membeli 4 jenis SBN yang sudah kami sebut di awal artikel ini pada saat masa penawaran. Tanggal masa penawarannya itu sudah ditentukan. Jadi kalau Anda ingin beli di saat penawaran, Anda harus mencari informasi secara mandiri. SBN apa saja yang sedang ditawarkan oleh pemerintah dan kapan masa penawarannya. Kalau masa penawarannya sudah lewat, Anda sudah tidak bisa membelinya.

Untuk lokasi belinya, Anda bisa belli SBN di mitra distribusi atau agen penjual yang bersangkutan. Mitra distribusinya itu biasanya bank, sekuritas atau fintech. Untuk mengetahui apa saja mitra distribusinya Anda bisa langsung cek ke website resmi Kementerian Keuangan Indonesia. Misalnya untuk SBR 009, mitra distribusinya itu ada OCBC NISP, DBS, BAHANA sekuritas dan masih banyak lagi lainnya.

SIMULASI Imbal Hasil (Yield 6.5% 2026)

Contoh Invest Rp10jt SBN (Kupon bulanan)

SBNTenorYield/ThKupon/BlnTotal Return
ORI0293 th6.5%Rp54rbRp20jt (pokok+kupon)
SBR0152 thFloating BI+1%Rp60rbRp12.6jt
SR0245 th6.9%Rp58rbRp34.5jt
Vs deposito 4-5% – Tax 15% kupon

Kalau misal kami, karena kami pakai salah satu rekening bank swasta, biasanya kami beli obligasi itu di bank tersebut. Tapi balik lagi, Anda bebas memilih ingin membelinya melalui pihak mana pun. Yang pasti belilah SBN di mitra distribusi yang sudah bekerja sama.

Yang kedua, beli di pasar sekunder. Ini agak berbeda. Kalau di masa penawaran kita bisa beli SBR, ORI, ST dan Sukri. Tapi kalau di pasar sekunder, kita hanya bisa ORI dan Sukri saja. Mengapa? Karena SBR dan ST itu tidak diperjualbelikan di pasar sekunder. Untuk belinya hampir sama, Anda bisa beli ORI atau Sukri di pasar sekunder dengan menghubungi mitra distribusi yang bersangkutan. Anda juga bisa jual ORI atau Sukri yang Anda miliki pada mitra distribusi tempat Anda beli ORI atau Sukri tersebut.

CARA BELI SBN 2026

2 Cara Beli SBN Retail:

1. Masa Penawaran (Primary):

  • Daftar Midis (Bibit/Bareksa/BNI/BSI)
  • KYC SID → Pesan saat open
  • Bayar VA/transfer

2. Pasar Sekunder (ORI/SR):

  • Buka SID sekuritas (Ajaib/IndoPremiere)
  • Beli via app seperti saham
    Min Rp1jt – Dijamin negara!

Sekian dulu yang kami informasikan, materi tentang obligasi itu masih sangat banyak. Jenis SBN yang dikeluarkan oleh pemerintah juga tidak terbatas pada 4 jenis yang sudah kami sebutkan di artikel ini saja. Masih ada jenis lainnya juga.

Ada juga keuntungan dan risiko saat berinvestasi di obligasi. Anda harus tetap ingat, investasi apa pun pastinya mempunyai risiko. Topik-topik yang belum kami sampaikan itu mungkin akan kami bahas pada artikel kami yang lain. Semoga informasi kami ini bermanfaat.

Disclaimer:

Informasi pada artikel ini disajikan hanya untuk tujuan edukasi dan referensi umum. Penulis tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi, kerugian, atau tindakan yang diambil berdasarkan informasi ini. Pastikan Anda melakukan verifikasi dan konsultasi profesional sebelum membuat keputusan keuangan atau bisnis.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *